Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Strategi Merebut Hati Konsumen

Rabu, 23 Juni 2010


choice_and_directions_signs"Waktu telah membuktikan, mereka yang menjadikan konsumen adalah raja, berhasil mengambil hati konsumennya, menetapkan harga lebih tinggi tetapi tetap dibeli, dan bertahan lebih lama dalam bisnisnya." Begitu tulisan yang dibacakan oleh Cyltamia Irawan saat sebuah presentasi bertajuk Strategi Jadikan Konsumen Raja, beberapa waktu lalu di Hotel Four Seasons, Jakarta.

Menurut CEO Lentera Consulting ini, esensi sebuah bisnis, apa pun bisnisnya, adalah menciptakan konsumen, menjaga konsumen, dan menciptakan lebih banyak konsumen. Karenanya, untuk bisa mengambil hati konsumen, butuh sebuah daya. Mencurahkan segenap pikiran dan sumber daya yang ada untuk selalu memberikan "value" bagi pelanggan.

Dijelaskan oleh Tami, begitu ia akrab disapa, ada 8 hal yang dinilai oleh konsumen sebagai "value", di antaranya;
Akses
Kemudahan konsumen untuk berhubungan dengan perusahaan yang dimaksud harus mudah dan tidak bertele-tele. Tami mencontohkan pelayanan perusahaan DHL yang mengganti mesin penjawab otomatisnya dengan operator yang menjawab langsung kebutuhan para konsumennya. Konsumen harus diberikan akses mudah untuk mendapat informasi dan menghubungi perusahaan. Caranya, bisa lewat karyawannya, call centre, kantor perusahaan, website, cara pembayaran, dan informasi-informasi lain.

Kompetensi
Di mata pelanggan, kemampuan dan pengetahuan karyawan akan memengaruhi layanan yang akan ia dapatkan. Ketika karyawan tidak dapat menjawab atau memberikan informasi yang ia butuhkan saat bertanya kepada karyawan, konsumen akan berpikiran bahwa pelayanannya tak akan memuaskan karena si karyawan tidak kompeten. Karyawan baru perlu masa orientasi sebagai pembekalan pengetahuan tentang produk atau jasa, adaptasi lingkungan kerja, pembelajaran, sekaligus empowerment dirinya.

Courtesy
Keramahtamahan dan kemampuan berkomunikasi para penyedia layanan menjadi hal yang penting bagi konsumen. Konsumen adalah manusia yang memiliki perasaan, yang sering menjadi penentu saat mengambil keputusan dan melakukan penilaian.

Reliability
Bisa diandalkan di segala kesempatan juga akan menjadi penilaian seorang pelanggan terhadap sebuah jasa. Karenanya, amat penting untuk sebuah perusahaan bisa memberikan harapan dan spesifikasi yang telah dijanjikan. Kualitas produk, ketersediaan produk, kehandalan karyawan di jajaran depan, support teknis, dan bagian lainnya adalah hal-hal yang akan menjadi bahan penilaian pelanggan terhadap kehandalan perusahaan.

Responsiveness
Pelanggan butuh kenyamanan dan jaminan bahwa perusahaan Anda bisa merespon ketika terjadi masalah pada pelayanan.

Speed
Saat ini persaingan bisnis makin tinggi, kecepatan menjadi sebuah hal yang mewah. Pelanggan akan memilih pelayanan prima yang bisa dihantar dengan kecepatan tinggi pula. Kecepatan informasi, penanganan masalah yang cepat, proses kerja tak bertele-tele, proses pembayaran yang ringkas, dan lainnya harus diperhatikan.

Security
Keamanan tak hanya berupa benda tapi juga keamanan akan data dan informasi pelanggan yang terdapat di dalam perusahaan sering menjadi ukuran keamanan menggunakan sebuah perusahaan. Pastikan rasa aman saat menggunakan produk, juga atas layanan, dan hal lainnya dalam pelaksanaan servis terus terjaga.

Tangible
Tampilan kasat mata pun akan menjadi penting untuk pelanggan. Tampilan produk, bentuk, dan suasana kantor, loket pembayaran, penampilan karyawan, tampilan media dan promosi, surat menyurat, dan hal-hal yang akan memanjakan indera pelanggan harus diperhatikan keindahannya.

Menangkan hati pelanggan, dengan begitu Anda akan menciptakan pelanggan. Berikan servis yang terbaik, dan Anda akan menciptakan pelanggan yang loyal. Dengan begitu, ia akan memberitakan tentang perusahaan Anda kepada orang lain, yang pada akhirnya menciptakan pelanggan baru yang lebih banyak. (Kompas)

Kesalahan-kesalahan dalam Berbisnis Online




onlinebusiness1

Berbisnis melalui media online saat ini makin menjadi pilihan, karena modal dan biaya operasionalnya relatif kecil. Anda juga tidak terikat waktu dan tempat, sehingga bisa mengerjakan pekerjaan lain tanpa harus menunggui produk yang Anda jual. Untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses website Anda, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:



 1. Mendesain situs berlebihan. Sah-sah saja menggunakan animasi, musik, grafik, dalam situs, tapi jangan terlalu banyak. Berdasarkan penelitian, orang-orang lebih tertarik pada situs yang sederhana. Hiasan yang terlalu ramai akan memperlambat fungsi situs. Ingat, pengguna internet adalah orang-orang sibuk, yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat.

2. Mengisi situs dengan link atau teks yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Hal ini akan membuat pengunjung malas berkunjung ke situs Anda. Teksnya juga jangan berlebihan. Secukupnya saja, sesuai dengan tujuan usaha atau barang yang ditawarkan.

3. Membuat situs yang tidak terlihat profesional atau asal-asalan. Di dunia online Anda memiliki waktu kurang dari 20 detik untuk meninggalkan kesan pertama dalam pikiran pengunjung. Manfaatkanlah waktu sempit itu dengan sebaik-baiknya.

4. Membuat calon pelanggan bingung. Jika terlalu banyak tombol dalam situs, pengunjung jadi bingung. Apalagi kalau tombol-tombol itu berserakan di mana-mana. Gunakan saja petunjuk-petunjuk dasar atau sederhana yang memang sudah terbukti efektif membimbing pengunjung.

5. Meletakkan info kontak Anda di tempat yang susah ditemukan.

6. Jarang memperbarui informasi. Ini kesalahan terbesar dalam berbisnis online. Dunia usaha berkembang setiap saat dan Anda harus bisa mengimbanginya. Perbaruilah informasi secara berkala, setidaknya seminggu sekali, mulai dari foto, harga, sampai keterangan lain mengenai barang yang ditawarkan.

7. Menggunakan splash page. Splash page adalah halaman awal berisi logo yang harus diklik agar bisa masuk ke situs. Halaman ini cukup membingungkan bagi banyak pengguna internet.

8. Mengharuskan pengunjung mengunduh fitur tertentu.  Jangan memasang fitur ini hanya supaya pengunjung bisa mengakses informasi. Banyak orang menganggap hal ini membuang waktu saja.

9. Tidak menyediakan informasi  yang jelas bila calon pelanggan harus mengisi formulir tertentu sebelum melakukan pembelian.

10. Mengirim spam. Spam adalah bentuk e-mail yang dikirim ke banyak orang tanpa diminta. Ini mengganggu. Orang akan merasa privasinya dilanggar.

11. Mengganti alamat situs. Gonta-ganti alamat situs akan membuat Anda terlihat tidak konsisten, apalagi tanpa pemberitahuan. Pelanggan jadi harus mencari-cari Anda lagi, atau mereka pikir Anda gulung tikar.

12. Tidak menghiraukan persaingan. Memang baik jika Anda memfokuskan diri untuk memasarkan usaha Anda, tapi jangan sampai Anda ketinggalan dari pesaing lainnya. Sebaiknya Anda perhatikan usaha pesaing dan kembangkan strategi Anda sendiri.

13. Mencampuradukkan dagangan yang tidak ada hubungannya. Anda berjualan cookies dan baju hamil. Dua benda yang tidak ada hubungannya. Pelanggan akan bingung, sebenarnya Anda mau berjualan apa sih? Kalau mau berjualan lebih dari satu jenis barang, buatlah situs yang berlainan.

14. Menciptakan kategori usaha, nama, atau kata kunci yang terlalu umum. Bila ini terjadi, Anda bisa kalah dari pengusaha lain.

15. Gunakan kreativitas Anda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi jangan juga membuat kategori yang terlalu spesifik. Misalnya berjualan "siomay bakar daging rusa bumbu manis pedas". Itu contoh nama yang kurang baik.

16. Lokasi berbisnis di rumah, bukan berarti usaha Anda tidak perlu mendapat izin. Daftarkanlah dan jangan lupa membayar pajak karena ini kewajiban warga Indonesia